Catatan Manajer

Paling Banyak Dikunjungi

Perlindungan dari Kami

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Angkat Bicara Soal Pelarangan Peringatan Asyura muslim Syiah


Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Angkat Bicara Soal Pelarangan Peringatan Asyura muslim Syiah

( 0 Votes ) 

grey Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Angkat Bicara Soal Pelarangan Peringatan Asyura muslim Syiah

 

 

Jakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi angkat bicara soal pelarangan peringatan Asyura muslim Syiah yang dikeluarkan Wali Kota Bogor, Jawa Barat pada Kamis 22 Oktober 2015 lalu.

Sebagaimana diwartakan, Wali Kota Bogor, Bima Arya, telah menerbitkan Surat Edaran No 300/321-Kesbangpol yang isinya melarang peringatan Asyura bagi penganut Syiah di Kota Bogor.  Bima beralasan, dikeluarkannya Surat Edaran tersebut untuk menjaga ketertiban dan keamanan serta mencegah konflik sosial.

Sebagai budayawan, Dedi menyinggung soal kepemimpinan Bima Arya yang seharusnya belajar dari sejarah. Menurutnya, Wali Kota Bogor Bima Arya seharusnya belajar dari kepemimpinan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran yang berpusat di Kota Bogor, soal menjunjung tinggi nilai pluralisme dan saling menghormati secara damai.

“Prabu Siliwangi itu sangat menjunjung tinggi pluralisme, menghormati untuk hidup secara damai. Dia sendiri menikah dengan seorang muslimah anak dari seorang Syeh di Karawang. Jadi siapapun tokoh Sunda dengan atribut Siliwangi, hendaknya tidak melanggar aspek adat yang dimiliki,” papar Dedi.

Menurutnya, siapapun tokoh Sunda dengan atribut Siliwangi, hendaknya tidak melanggar aspek adat yang dimiliki. Apresiasi terhadap perjalanan toleransi, plurarisme, termasuk melindungi kelompok dengan keyakinan harus dilaksanakan.

Jika dilihat dari konteks budaya, lanjutnya, Tanah Sunda seharusnya bebas dari perilaku diskriminatif dalam bentuk apapun. Apalagi wilayah Bogor yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Sunda, tempat Prabu Siliwangi bertahta.

Menurut Dedi, dari situ bisa diperlihatakan toleransi agama yang tumbuh di tanah sunda. Wali Kota Bogor harusnya bisa belajar dari situ. “Keyakinan apapun, asal tidak merugikan orang lain harus dilindungi,” kata Dedi.

Menurutnya, aneh jika perayaan Asyura yang merupakan tradisi kaum Syiah itu dipermasalahkan di Indonesia. Pasalnya, konflik Sunni-Syiah tidak ada relevansinya dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

“Saya sebagai warga Sunda, atau kita sebagai warga Indonesia jangan terjebak pada konflik dua keyakinan di negara yang bukan konteks kita sebagai Islam di Indonesia,” ujar Dedi Selasa 27 Oktober 2015.

Dedi memandang masalah Sunni-Syiah sebagai pertarungan politik antara dua kubu di kawasan Timur Tengah. Sayangnya, ada pihak-pihak di Indonesia yang termakan bahkan terkesan ingin membawa konflik tersebut ke tanah air.

Karenanya, Dedi menghimbau masyarakat untuk memandang masalah Sunni-Syiah secara objektif. Sehingga tidak terjebak dalam pertarungan kepentingan asing.

“Harus paham yang mana konflik keyakinan, mana politik. Urusan Sunni-Syiah, itu Saudi dengan Iran. Jangan bawa konflik di Timur Tengah ke sini yang tidak ada kaitannya dengan itu semua,” paparnya.

Di Purwakarta sendiri, Dedi mengaku akan berusaha keras melindungi warganya yang memiliki kepercayaan beragam. Bahkan, ia mengaku sudah meminta langsung Presiden Joko Widodo agar melindungi keyakinan seluruh Warga Negara Indonesia.

“Sebelum ada agama formal, ada kepercayaan leluhur di Mentawai, Sunda, atau Kejawen. Mereka adalah warga yang menghormati leluhurnya. Namun, mereka tidak bisa menulis nama agama di identitasnya. Akhirnya tidak punya akta dan kartu identitas, padahal mereka pengikut agama leluhur bangsa,” kata dia.[tvshia13/satuislam]

Penambahan komentar











grey Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Angkat Bicara Soal Pelarangan Peringatan Asyura muslim Syiah
Pembaharuan


sharethis Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Angkat Bicara Soal Pelarangan Peringatan Asyura muslim Syiah

Mengirimkan Sebuah Jawaban

E-mail Anda tidak akan disebarkan.
Bagian dengan tanda * harus diisi.

*


− 2 = سه

Hubungi Kami | RSS | Peta Site

Seluruh Hak Cipta dimiliki Yayasan Islam 14, Diperbolehkan mengkopi isi site dengan syarat mencantumkan sumber.